UJI VITAMIN C
1.
A. TUJUAN
PENGAMATAN
v
Mengetahui kandungan vitamin C pada makanan.
1.
B. LANDASAN
TEORI
Vitamin
merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah tidak banyak,
tetapi harus tersedia di dalam tubuh. Salah satu vitamin yang sangat diperlukan
tubuh adalah vitamin C. Vitamin C merupakan salah satu vitamin yag larut dalam
air. Kebutuhan Vitamin C setiap harinya ialah 60 mg. Vitamin ini dapat didapat
dari buah jeruk, jambu, mangga tomat dan buah-buahan lainnya. Manfaat dari
vitamin C adalah sintesis kolagen, matriks tulang dan gigi, metabolisme asam
amino, pertahanan tubuh dan penyembuhan luka. Jika kekurangan vitamin ini dapat
menyebabkan mudahnya mengalami perdarahan, sariawan dan pertumbuhan tulang
terganggu.
1.
C. RUMUSAN
MASALAH
v
Bagaimana kandungan vitamin dalam makanan yang diuji?
1.
D. ALAT
DAN BAHAN
v Alat :
1.
Tabung reaksi
2.
Rak tabung reaksi
3.
Pipet
v Bahan :
1. Amilum
Iodida
2. Vitamin C
3. Air daun
papaya
4. Air jeruk.
1.
E. LANGKAH
KERJA
1.
Menyiapkan semua alat dan bahan
yang akan digunakan.
2.
Memasukkan Amilum Iodida kedalam
tabung reaksi
3.
Meneteskan makanan yang diuji
kedalam amilum Iodida sampai warnanya bening.
4.
Mengamati sampai terjadi
perubahan warna
5.
Mencatat hasil pengamatan.
6.
F. HASIL
PENGAMATAN
Makanan
yang di uji
|
Jumlah
tetesan yang diperlukan untuk menetralkan Amilum Iodida
|
Vitamin
C
|
7
tetes
|
Air
daun papaya
|
4
tetes
|
Air
jeruk
|
3
tetes
|
1.
G. ANALISIS
DATA
Kandungan
vitamin C paling tinggi ialah vitamin C (indikator). Semakin banyak tetesan
maka kadar vitamin Cnya semakin tinggi. Air daun papaya mempunyai kandungan
vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan air jeruk. Proses meneteskan makanan
kedalam Amilum iodia dihentikan ketika larutan AI berubah warna menjadi bening.
1.
H. KESIMPULAN
v
Semakin banyak tetesan maka kandungan vitamin C semakin rendah.
v
Kandungan vitamin C paling tinggi adalah indikator (vitamin C)
v
Kandungan vitamin C paling rendah adalah air jeruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar